Tuesday, December 22, 2009

kenalop motorku



Pengalaman yang menarik semenjak aku berkenalan sama dia,hal pertama yg diprotes adalah kenalpot motor yang bunyinya cukup brisik,ko montornya kaya bajai seh ganti dung kenalpotnya dan Ada sebagian teman juga bilang bajai.haaaaaaa...karena bunyinya hampir sama bajai.Ketika aku sedang melewati gang tempat kosku bunyi kenalpot motorku langsung mereka tau ..oh bajai yg lewat..tapi dengan sikap masah bodohny aku ,tanpa mau perdulikan guyonan teman-temanku.Waktupun terus berjalan kurang lebih satu tahun menjalanin hubungan kami dalam pikiran saya kiranya dia udah lupa ama kenalpot motorku.Ternyata malahan masih ingan dan minta segera diganti kenalpotnya.Setiap kali ketemu yang ditanya kenalpotnya udah diganti belum....jawabku belum sempat kebengkel,akhirnya sampai dia tawarin ayo aku nemanin kamu kebengkel kita ganti kenalpot.
Tapi belum sempat terwujud keinginan itu karena dia dan saya masih sama-sama sibuk,bahkan kadang teleponpun nanya apakah kenalpot udah diganti apa belum?Seperti bisanya dengan santainya saya menjawab belum bu....dengan nada kesalnya gimana seh kamu ingkari janji terus..bagaimana nati kamu bisa urus saya eng seh?dari hal kecil seperti ini juga kamu belum urusin.Yah...aku sempat berpikir mungkin dengan kebiasan dan sikapku yg santai masa bodo kadang cuek..ini kadang yang menjadi kekurangan saya,semuanya erba nanti.Mungkin dia cukup terganggu ketika lagi berboncengan karen bunyinya yg cukup nyaring dan brisik makanya selalu minta diganti.Sebenarnya keinginan untuk ganti seh ada cuma memang belum sempat aja kebengkel.
Yah ini aku reima sebagai masukan yang sangat positif artinya dia mau peduli dengan keadaan saya..trimakasih cintaku.......atas segala kritik dan saranmu semuanya aku terima sebagai bahan intriopeksi diri saya.Aku menyadari bahwa aku juga masih memiliki banyak kekurangan,makanyadengan kehadiranmu kita salng mengisi dan melengkapi. i..... l ....... o...... v ..... e ..... y o u

Friday, July 17, 2009

PILEG DAN PILPRES 2009

Rangkain panjang yang dilalui oleh bangsa indonesia dalam menghadapi PILEG dan PILPRES cukup memelahkan.pemilu diawali dengan PILEG dimana rakyat indonesia menggunakan hak pilihnya dan memilih wakil rakyatnya yang akan menjadi penyambung aspirasi masyarakat diparlemen.Dengan sistem yang begitu rumit dan perubahan dari sebelumnya nyoblos menjadi contreng tambah membingungkan masyarakat indonesia.Hal ini karena kurangnya sosialisasi dari KPU.Namun semanangt dan partisipasi masyarakat belum signifikan.maka terjadi tingkat golput yang begitu tinggi,Hal ini didasari oleh beberapa faktor antara lain:
1.Tidak terdaftar dalam DPT
2.Perpidahan penduduk
3.Verivikasi data oleh KPU tidak vaild
4.Pemilih ganda
Dan masih banyak lagi terdapat kecurangan maka usai PILEG begitu banyak meninggalkan persoalan dan masalah.hal menjadi pembelajaran bagi para anggota KPU dimasa2 yang akan datang agar kesalahan dan permaslalhan yang sma ini tidak terulang lagi.

PILPRES

Kisru masalah DPT ternyata masih terus berlanjut walaupun sudah diverivikasi ulang oleh KPU, namun masih banyak terdapat kekurangan disana sini.maka pihak2 yang merasa dirugikan melaporkan keBawaslu untuk menundak lanjuti.Tiga kandidat maju dalam pilpres 2009 yakni MEGAWATI SOEKARNO PUTRI-PRABOWO SUBIANTO ,SUSILO BANGBANG YUDHOYONO-BOEDIONO ,JUSUF KALLA- WIRANTo.Menjelang PILPRES,kubu mega-prabowo dan jk-wiranto mendatangi KPU meminta agar pemilu segera ditunda karena ada temuan pelanggaran dan masalah DPT serta pemilih ganda.meminta KPU segera melakukan perbaikan DPT.Maka dengan singgkat pula memalui MK memutuskan untuk bagi para warga masyarakat yang tidak terdaftar dlm DPT sah menggunakan KTP D pasprot serta bawah KK pada saat hari H,untuk menggunakan hak pilihnya.
inilah gambaran potret demokrasi indonesia yang begtu banyak meninggalkan kenangan yang buruk ,semoga dimasa2 yang akan datang demokrasi harus berjalan sesuai dengan koridornya.

Tuesday, March 31, 2009

komitmen pemilu damai

sebagai pesta,khususnya untuk merayakan demokrasi pemili memang harus dibuat aman dan damai.Jauh dari perasn tegang dan ketakutan.
Perdamain dan rasa aman tidak bisa dianggap sebagai sesuatu terberi give fact tetapi perlu diupayakan,diciptakan,dan dikawal dengan sebuah komitmen kuat.Maka deklarasi para para pemimpin partai politik peserta pemilu hari senin 16 maret kemarin pada awal musim kampanye dinilai sangat penting sebagai komitmen bagi perdamain dan ketrlibatan.
situasi damai dan aman dalam pemilu arus menjadi tanggung jawab bersama.Tanpa musim pemilupun kedamaian dan kemananan perlu dijaga sebagai keniscayaan dalam menciptakan keidupan berbangsa dan bbernegara yang lebi bermartabat.
namun seyogianya momentum kampanye dan pelaksanaan pemilu digunakan untuk meningkatkan kesadaran tetang pentingnya kedamain dan keamnan.Dengan demikian kampanye pemilu tidak anya bersinggungan dengan pertarungan kekuasan politik tetapi dijadikan pula sebagai momentum memperkuat tekat menciptakankedamaina dan keamanan serta mengakngkat agenda besar lainya bagi keidupan berbangsa dan berngara.
Perlu dikemukankan pula pmilu dan demokrasi tidak anya urususan menang atau kalah tetapi juga sebagai sarana mendorong tanggung jawab untuk menciptakan bangsa dan negaa yang sejatera sebelum dapat menggapai dan cita-cinta dan tanggung jawab demokrasi yang lebi luhur.Tentu perlu dilewati proses kampanye dan pelksanaan pemilu yang menjamin cara-car luur,damai ,dan jujur.
Sekalipun pemilu dan pelaksanan pemilu lebi bersaifat teknis hal itu tetap menjadi ukuran pula bagi perwudjutan demokrassidalam arti yang lebih substansial.Bagaimana mungkin membayangkan pelaksanan demokrasi yang lebi substansial jika yang bersifat teknis dan proseduaral saja kedodoran?
Maka tidak bisa lain semua pemangku kepentingan haru mengormati janji dan tekat melakukan kampanye damai dan aman.Jangan sampa ikampaye menjadi ajang membakar emosi dan mengasut-hasut yang ujungnya justru merugikn bangsa dan negara.
Selama era reformasi pelaksanan pemilu trmasuk ratusan pemilian kepada daerh relatif berlangsung aman damani,dan tertib,berbagai asumsi terutama dari luar,yang bernada newgatif dan pesimistis tetang kerawanan pemilu,ternyata meleset.
dengan rangkain pemilu yang relatif sukses selama era reformasi pemilu 2009 diarapkan akan berjalan lancar damai,dan amn.
Pengendalian diri kaum elit dan massa rakyat sangat diperlukan.Setiap pengurus partai memang dituntut memberikan pemeaman kepada masyarakt ttang apa yang harus dilakukan,bukan sekedar mengumbar janji-janji kampanye yang muluk-muluk apa lagi sampai membaka emosi masyarakat.
(sumber tajuk rencana kompas)

Wednesday, March 18, 2009

Revitalisasi Kaum Muda

Revitalisasi Kaum Muda
lukasawitristanto

Toeti Heraty Noerhadi-Rooseno, ahli filsafat dari Universitas Indonesia, mengatakan bahwa permasalahan genting dihadapi bangsa Indonesia saat ini antara lain demokratisasi yang kacau, kemandirian yang belum terwujud, karakter bangsa, sumber daya alam yang tidak dikelola dengan bijak sehingga menimbulkan kerusakan alam, serta ketidakpedulian yang sifatnya struktural dan mendalam. (Kompas, 30 Oktober 2007)

Sementara itu dalam harian yang sama, Limas Sutanto dalam artikelnya "Elite Narsistik" berkomentar bangsa Indonesia masih dibelit oleh enam masalah besar yaitu kemiskinan, pengangguran, ketidakadilan, kekerasan, penyalahgunaan kekuasaan (termasuk korupsi), dan rendahnya kualitas pendidikan.

Dalam kondisi tersebut, yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah kaum muda ada dimana dan apa peran atau sikap kaum muda menghadapi hal tersebut? Untuk menjawabnya, tentu kita akan kebingungan ketika kita melihat potret kaum muda saat ini, meskipun tidak semua, mereka tenggelam dalam kondisi yang memprihatinkan. Budaya konsumtif dan hedonisme masih menjadi nafas keseharian kaum muda. Hal ini rupanya tidak merambah hanya di perkotaan, namun di pelosok desa. Kita bisa menyaksikan adanya persamaan gaya hidup mulai dari cara berlaku, berbahasa, ataupun berpakaian. Kebanyakan dari satu tempat ke tempat lain kita akan menjumpai model kaum muda yang sama. Model-model atau karekter yang sama itu berasal dari tayangan televisi atau iklan. Gaya hidup ala televisi atau iklan menjadi kiblat hidup kaum muda.

Padahal kalau kita runut ke masa lalu, peran kaum muda sangat penting dalam membawa perubahan bangsa ini. Mari kita lihat semangat kaum muda misalnya pada peristiwa Sumpah Pemuda, kemerdekaan RI, penggulingan orde lama, dan penggulingan orde baru. Ini menunjukkan bahwa kaum muda mempunyai kekuatan yang luar biasa. Beberapa peristiwa perubahan yang dimotori kaum muda tadi memang sudah terlewati lalu aktor-aktornya pun ada yang sudah masuk ke berbagai organisasi seperti partai politik yang bisa saja melemahkan idealisme mereka. Lalu dalam kondisi yang katakan saja vakum, siapa lagi aktor-aktor kaum muda yang masih bergerak? Mungkin kita akan kesulitan mencari orang-orang tersebut.
Rupanya ada keterputusan generasi kaum muda pejuang. Padahal dalam peristiwa yang belum lama, penggulingan rezim orde baru diganti orde reformasi, kaum muda menjadi garda depan perubahan. Namun sesudahnya, gegap gempita itu lenyap. Padahal keadaan masih saja memprihatinkan. Kasus Lapindo pun tidak dilirik oleh banyak kalangan. Kemiskinan masih berlangsung. Kekerasan berbasis agama dan kedaerahan masih mewarnai negeri ini. Ketidakadilan melenggang dengan santai. Koruptor masih berkeliaran sambil menggondol aset negara.

Reposisi
Sebagian besar kaum muda mengenyam pendidikan formal di sekolah-sekolah. Sekolah yang relatif berjenjang tinggi memperlama masa studi. Sementara itu sekolah telah mengasingkan mereka dari realitas masyarakat, mereka tenggelam dalam teori. Tuntutan dunia yang kapitalistik memaksa kaum muda untuk bersikap pragmatis, dan mengejar masa studi yang cepat dengan berorientasi pada nilai akademis dengan harapan nantinya akan mendapatkan posisi empuk (baca: pekerjaan) supaya menjadi orang sukses (baca: kaya).

Kaum muda menjadi korban pendiktean dunia yang kapitalistik. Maka tidak heran kaum muda lebih suka membeli pakaian model terbaru atau perangkat telepon genggam terbaru yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Mereka terbius oleh citra dunia media yang dianggap cantik, tampan, keren dan tidak katrok. Sebaliknya akan sedikit kaum muda yang membeli buku kemudian mempelajarinya dengan kritis. Hal itu dianggap tidak gaul alias "jadul".

Kisah yang mungkin saja dianggap romantisme bagi kaum muda masa kini, namun bisa memberi inspirasi patut kita simak. Kaum muda tempo dulu, pada umur belasan tahun sudah terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Mereka sudah terbiasa menggerakkan masyarakat. Hal ini dapat kita lihat dalam peristiwa kemerdekaan. Ada ikatan pergerakan pelajar yang rela mati berjuang membela negeri ini demi kemerdekaan. Pada waktu itu kepemimpinan mereka sudah terasah sejak muda. Mari kita bandingkan dengan potret kaum muda saat ini!

Tentu kita tidak bermaksud mendiskreditkan kaum muda pada era ini. Pada dasarnya kaum muda kita saat ini sebenarnya berposisi sebagai korban kemajuan zaman. Mereka terperangkap gurita kapitalisme dan hedonisme. Menyikapi kondisi ini dari berbagai perangkat seharusnya semakin menyadari bahwa kondisi kaum muda bisa menjadi semakin kronis dan kritis. Institusi pendidikan seharusnya tanggap dengan memulai revolusi pendidikan. Pendidikan tidak membentuk manusia-manusia ahli namun menjadi antek-antek kapitalisme yang sebenarnya sedang menggerogoti negerinya. Manusia pintar tidak cukup, namun manusia yang kritis dan tanggap akan keprihatinan negerinyalah yang perlu kita bangun. Harapan ke depannya kita sebenarnya membutuhkan manusia-manusia yang visioner dan berkeadaban. Mereka tidak hidup untuk dirinya sendiri namun hidup dalam kerangka kesejahteraan bersama. Dengan demikian, ketakutan dari WS Rendra yang menyangsikan bahwa buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau pada akhirnya ketika mereka pulang ke desa, mereka akan bertanya, "Apa yang harus saya lakukan?" tidak akan terwujud.

Untuk kaum muda sendiri, sudah sewajarnya melakukan refleksi atas masalah kekinian dan posisi dirinya terhadap permasalahan tersebut. Ini penting karena walau bagaimanapun kaum muda adalah penerus bangsa. Masa depan bangsa akan ditentukan oleh sepak terjang kaum muda saat ini. Jika kaum muda hanya diam dalam kenikmatan semu, kita bisa membayangkan keadaan bangsa di masa depan, karut marut!

Meskipun demikian kita patut berbangga, di antara kaum muda yang terbius kapitalisme dan hedonisme, masih ada kaum muda yang setia mengusung idealisme. Beberapa di antaranya, mereka membentuk sekolah altrernatif, kelompok studi maupun kelompok seni dan kebudayaan. Rupanya mereka ingin membuat arus baru yang melawan arus kapitalisme dan globalisasi yang mengeksploitasi manusia. Kaum muda tersebut ingin mengembalikan kepalsuan hidup pada kesejatian hidup. Kaum muda seperti inilah yang seharusnya kita dukung. Merekalah yang mempunyai potensi membuat perubahan yang lebih mendasar terhadap negeri ini.
----- Original Message -----

Thursday, March 12, 2009

Dipersimpangan Jalan



Perjalanan hidup seorang anak manusia kadang tak luput dari masalah,Berbagai masalah yang datang itu merupakan cobaan yang harus diadapi.Kadang kita tidak kuat menanggung beban dan derita itu,Teman,sahabat,pacar atau ortu menjadi tempat churat segala beban hidup kita.
Hipup merupakan proses yang harus dilalui seorag manusia mulai dalam kandungan,bayi,balita,anak2 ,masa remaja dan dewasa itu merupakan bagian dari proses.Tanpa disadari atau tidak pernah kita lewati semua.Namun proses hidup tidaklah berjalan mulus pasti ada lika-likunya,baik atau buruk pasti kita lewati.Tapi pernahkah kita bersyukur bawah kita dianugerahi semua itu?
Kadang begitu banyak masalah yang datang membuat kita putus asa,berkecil hati,rasa minder dsb.karena kita belum siap untuk menghadapi semua itu.Hidup ini ketika kita merasa indah dan bermakna apabila kita bisa menghadapi segala ujuan dan coban itu dan bisa kita lewati.
Dan semakin banyak problem yg dihadapi membuat dirikita lebih dewasa dalamberpikir dan bertindak,api itu semua harus kuat dan tegar untuk menghadapinya.
Hidup.....ini bagaikan dipersimpangan jalan.....ketika kita salah memilih berarti jalan itu akan semakin berliku dan terjal....ketika jalan itu bingung memilih bearti tetap dipersimpangan.......ketika pilihan itu tepat maka jalan yang dilalui aakan berarti dan bermakna...

Monday, March 9, 2009

lampumerah




Suatu sore dalam perjalana pulang aku dari Lokasari,aku melewati jalan asam reges karang anyer.pas diperempatan lampu merah pecenongan lagi nunggu lampu hijau,tanpa ku sadari tengok kesebelah kiri,melihat tiga orang bocah dengan pakain yang lusuh,kusam wajah penuh dengan keringat.Dan satu diantar mereka bertiga terlelap dalam tidurnya,walaupun deru buyi kendaran yang bising tanpa dihiraukan.Dalam hati kecilku sangat terkoyak melihat pemandangan yang sangat meyayat hati..Dalam usianya yang begitu....Mereka harus bejuang untuk mempertahankan hidup dengan merelakan,mengrobankan masa-masa indah mereka sebagai anak-anak.mereka harus hidup dijalana untuk mendapatkan sesuap nasi....Diamankah tanggung jawamu sebagai orang tua yang melahirkan dan membesarkan kami.Apakah mereka dibiarkan untuk menghabiskan masa tuanya dijalana tanpa memperoleh pendidikan seperti orang lain.
Ini merupakan kisah nyata yang terjadi disetiap perempatan lampuh merah kota metropolitan jakarta...Tiap hari pasti kita jumpai mulai dari balita ,anak kecil ,remaja samapi orang tua,mengharapkan belaskasihan dari para penguna jalan
Apakah faktor ekonomi yang mempuat mereka seperti itu? ataukah sifat malas tak mau berusaha kerjana yang lebih layak lagi ataukah...................
Disana sini terdapat gedung pengcakar langit..dengan segala gemerlapan kota jakarta,dijalana sliveran mobil yang mulai dari keluaran terbaru sampai omprengan.
Tapi disis kolong jempatan masih ada saudara-saudara kita yang hidup penuh dengan.....
Tidur hanya dibaluti sepucuk koran yang telah kusam,beralaskan kerikil-keriki kecil yang tajam..

Apakah benar kota jakarta itu kejam.....tidak mau bersahabat atau yang merasahkan indahnya kota jakarta hanya bagi mereka yang bergelimpangan harta.
Bagaman nati generasi bangsaini kalau dibiarkan seperti ini...tanpa mengenyam pendidikan.Apakah kita mau jadi kuli dibangsa yang kita cintai ini.....

Wednesday, March 4, 2009

keheningan





kisah perjalan cinta yang begitu indah kini berlalu sudah,semua hanya kenangan yang pahit membekasi direlung hatiku.walapun itu sangat menyakitkan denga kepergian mu namun harus aku hadapi itu,karena keputusanku untuk milih dirimu mrupakan resiko yang harus aku jalanin.q tak mempermaslakan siapa yang salah dan benar disini ,hanya dimana letak kejujuran yang dibangun selama ini.Disaat diriku memilih untuk mencintaimu dengan segala kekuranganku disaat itupulah dirimu telah memiliki tambatan hati selain aku.
Seandainya kejujuran itu ada mungkin aku tak beriani tuk meyatakan rasa ini,itu yang membuatku merasah dikianati kenapa semua terjadi disaat aku telah....
q terlanjur mencintaimu tapi aku tak akan pernah memaksakan dirimu tuk mencintai aku semua berjalan apa adanya.Yang aku butuhkan adalah sebuah kata kejujuran,tpi kenapa semenjak awal perkenalaaln kita tak pernah kamu jujur pada diriku.
dalam keheningan malam q merenungkan perjalanan cinta yang begitu singkat ini
yang penuh dengan kebohongan.Akhirnya q harus mengalah dan memilih mundur dari hadpan mu semua demi kebahagianmu...senoga kebahagian selalu ada dalam genggamanmu

Tuesday, March 3, 2009

दमे indonesia

<

Sebentar lagi rakyat indonesia merayakan pesta demokrasi yang diselenggarakan lima tahun sekali tepatnya pada tanggal 9 april 2009.Sejauh ini sosiallisasi pemilu oleh KPU,KPUD kurang maksimal dan sebagian besar masyarakat indonesia tidak tau tata cara pemilu nati.Hal ini sangat memprihatinkan kinerja dari KPU,KPUD padahal anggaran pemilu yang begitu besar,harusnya semaksimal mungkin untuk digunakan,agar proses demokarasi dan pendidikan politik bagi masyarakat indonesai semakin cerdas.

Keamanan

hal ini sangat penting untuk menjamin terciptanya pemilu yang adil dan jujur,n situasi harus kondusif nah ini merupakan tugas dari TNI DAN POLRI untuk menjaga keamanan dan netralitas dalam menghadapi pemilu nanti.Hal ini agar memberi rasa aman bagi masyarakat indonesia.karena tidak menutup kemungkina terjadi gesekan antara para pendukung masa caleg yang mengerahkan masanya.Ini sangt rawan karena bisa menimbulkan konflik antara simpatisan,warga dan para pendukung entah itu partai atau calegnya.

Damai

Sebentar lagi mulai kampanye terbuka oleh masing=masing caleg,pengerahan massa merupakan bagian dari strategi kampane.Tapi menurut saya kurang efektif justru dari segi biaya sangat besar untuk biaya pengerahan masa,dan belum tentu masyarakat memilihnya.karena mungkin pada saat itu masyarakt senang dengan diiming-imingi Rp20.00.belum lagi menggangu para pengguna jalanan yang lain,bisa menimbulkan kemacetan,banyak dampak negatifnya karena banyak merugikan pihak lain.Alangkah baiknya dilakukan kampanye yang damai dengan penyampapain vivi dan misi program oleh para caleg,dilakukan disuatu lapangan atau ruangan.hal ini agar apa yang disampaikan oleh para careg bisa dipahami dan dimengerti,n merka sediri bisa menilai layak tidaknya sicaleg ini untuk dipilih.

Semua elemen masyarakt juga harus turut serta menjaga situasi dan kondisi dilingkungan masing2 agar tidak terjadi hal2 yang diinginkan.

selamat berjuang para caleg seomga terpilih nati jagalah komitmen dan moralmu..karena semua dalah suara rakyatmu....

Tuesday, February 17, 2009

Caleg jangan obral Janji

janji para caleg yang akan bertarung pada pemilu legislatif 9 april 2009,Diminta
tidak banyak mengumbar janji.Hal ini disebabkan karena masyarakat indonesia sudah jenuh terhadap janji-janji caleg atau partai politik.Jangna terlalu banyak janji kepada masyarakat kasihan jika mereka dibohongi.Seharusnya para caelg harus terjun langsung kemasyarakat guna mengetahui realita yg sesungguhnya dan apa yg menjadi harapan masyarakat.
Kepercayaan masyarakat sudah hilang ditambah lagi moralitas anggota dewan yang kurang terpuju.contoh kasus korupsi,pelecehan seksual,perjudian,narkoba,kawin cerai dll.Maka para caleg saat ini harus mampu meyakinkan dan mengembalikan kepercayan masyarakat.Bahwa dengan pemilihan langsung ini masyarakat bisa menetukan pilihan pada caleg-caleg yang benar-benar komitmen dan mau berjuang untuk kesejahteraan rakyat.
Menurut saya strageti untuk mendongkrak popularitas dengan berbagai atribut kampanye ,contoh:Baliho,stiker,spanduk dll yang penuh sesak dijalan-jalan,hanya membuat pemandangan jadi rusak.Itu belumlah cukup,karena belum tentu masyarakat memilihnya,dan dilain sisi kurang efektif hanya menghamburkan dana.Mendingan dana yang ada berikan bantuan langsung kemasyarakt yang membutuhkan,jauh lebih bermaknya dan pasti masyarakt akan memilihnya.
Sebenarnya untuk merebut simpatisan masyarakat tidak terlalu sulit,apalagi dengan kondisi krisis ekonomi seperti sekrang ini,kehidupan masyarkat tambah susah.
Maka yang dibutuhkan masyrakat saat ini bukan janji melainkan konkrit dari janji itu
selamat berjuang bagi para caleg semoga terpilih nati jangan lupa memperjuangkan kesejahteran masyarakat bukan partai atau golongan terentu.

yah

Sunday, February 1, 2009

kejujuran

Dalam kehidupan kita sehari-hari,sering kita alami atau pernah kita lakukan ketidak jujuran.Begitu banyak persoalan dalam hidup kita kadang membuat hati kita berkata tidak jujur.Pertanyaanya seberapa pentingkah arti dari sebuah kejujuran?Menurut saya pribadi sangatlah penting karena dengan bersikap jujur akan mencerminkan sikap dan moral kita yang sesungguhnya.
Saya rasa anda juga pasti merasakan pernah dibohongin orang,entah itu teman,pacar,atau orang-orang terdekat anda,maupun rekan kerja dan sebagainya.hal pertama yg kita rasakan pasti menyakitkan sekali dan yang pasti tersimpan dalam hati kita hanyalah sebuah amarah,kebencian,dendam,dan rasa tidak percaya lagi.
Untuk menjaga hal itu jangan sampai terjadi dalam diri kita maka marilah mulai belajar kejujuran dari diri kita sendiri,lalu orang-orang yang kita sayangi,keluarga,pacar,suami/istri teman dan lain-lain.Namun dalam pelaksananya tidak semudah yang kita ucapkan,pasti begitu banyak cobaan dan godaan.Kembalilah kita pada keyakinan dan kepercayaan yang kita anut agar bisa membawah diri kita kepada hal-hal yang baik.
mari kita ciptakan budaya kejujuran agar generasi bangsa indonesia kedepan mempunya moral yang tinggi dan berakhlak mulia.maka kedamaian dan ketenangan akan terwujud

Thursday, January 15, 2009

Tantangan OMK dipemilu 2009

OMK merupakan baginan dari anak-anak bangsa indonesia sudah sepatutnya untuk mengambil peran dan peduli terhadap situasi baik lokal maupun Nasional.
Sebagai omk peranan kita bukan cuma dilingkungan gereja,tapi lebih jauh dari itu tanggungjawab kita terhadap bangsa dan negara.
Paradigma yg selama ini melekat pada diri omk yaitu tak peduli,apatis,alergi merasah bawah politik itu kotor dan sebagainya.Harus dirubah dengan paradikma yg baru dimana omk sebagai ceriminan gereja dan Tanah air,sebagai motor penggerak untuk menjadi omk lebih siap menerima tantangan kedepan.
Kadang kita merasah nyaman dengan kerjan,kuliah,dll tanpa mau peduli dengan lingkungan disekitar kita.Hal2 semacam inilah yg akan menjadi penghambat dalam pembangunan manusia indonesia yg sejadti.

Nah bagaimana omk memanffatkan momentum pemilu 09 ini?
Gereja telah menghimbau kepada umatnya agar dalam pemilu 09 menggunakan hak pilihnya degna sebaik-baiknya( Jangan golput )disini kita melihat sebagai bentuk kepedulian gereja terhadap nasib bangsa indonesia kedepan,maka sebagai omk mri kita gunakan hak pilih kita dengan sebagi-baiknya agar harapan kita akan sebuah perubahan bisa terwujud.
Disi lain juga kita menyadari bahwa golput juga merupakan bagian dari sikap politik seseorng dan merupakan hak pilihanya.Tapi dalam alam demokrasi seperti ini sikap seperti ini saya rasa kurang mendidik kita dalam proses pendewasan politik kita.
disini saya melihat tantangan yg terberat kita ditahun 2009 yaitu
1.krisis politik
2.krisis keuangan global
Dampak dari kedua persoalan diatas akan sangat berpengaruh disegala bidang kehidupan kita.
nah hal inilha menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai omk untuk mengawali pemilu dan hasil pemulu nati.

Wednesday, December 3, 2008

korban lapindo

pada hari senin 1 -12-08 ribuan korban lumpur lapindo brantas porong sidoarjo datang lagi kejakarta .mereka datang dengan segalah harapan dan perjuangan untuk mendapatkan hak mereka,yang pernah dijanjikan dan dikeluarkan prepes no 4 tetang pembayaran ganti rugi chas n cary,namun sampai saat ini pihak yg harus betanggu jawab dalam pembayaran sisa belm kunjung dibayar.sudah dua hari mereka kepung istana,namun perjungan mereka belum membuahkn hasilnya.
Sudah 2 tahun lebih persoalan lapindo belum kunjung selesai,pemerintah sejauh mana kepedulian mu terhadap rakyatmu.Mereka hanyalah korban dari kebijakan yang tidak populis.diaman saat ini mereka harus kehilangan segalanya,harta benda,warisan leuhur,dan sebagainya.
Ini merupakan kegagalan pemerintah dalam mensejahterkan rakyatnya,segala kebijakan tidak berpihak pada rakyat malahan berpihak pada pengusaha dan konglomerat.rakyat dijadikan boneka dan obyek kemiskinan. Aburizal group harus bertanggung jawab secara penuh apa yg diderita oleh korban lapindo.
cuma satau kata

L A W A N

pelayanan spbu gunung sahari 88 kurang memuaskan

pada hari rabu 3 /12/08 ,sore selepas pulang dari marga tibalah digunung sahari saya mapir disebuah spbu.Keadan waktu itu masih sepih dan jam menunjukan pukul 17.30,selanjtnya saya minta kepada petugas spbu isini bensin dua liter.entah apa yang terjadi tiba 2 saya dikagetkan dengan tumpahnya bensin dari tengki motorku,dan basahi celanaku.dengan perasan kesal saya tanya ko bisa gini pa?si petugas bilang salah mencet "enter".Aku bilang yah udh aku tetap bayar dua liter dan kalau engga mau diusahkan gma caranya tuk,keluarin yang lebihnya.Akhirnya si petugas bilang gini aja pak bayar empat liter aja jadi 20.000 sisanya biar aku ayng tanggung jawab.dalam hati kesal juga untuk aku bawah uang lebih,kalau seandainya yang aku bawa pas2nya pasti urusan tambah ribet.
ini merupakan contoh kecil dari kurang ramah,sifat arogan petugas,dan servisnya kurang memuaskan kepada konsumen.

Wednesday, November 26, 2008

Ayam Sekolah

Perkembangan arus informasi dan teknologi yang semakin global membawah dampak bagi generasi bangsa ini.Khusunya dikalangan pelajar,baik tinggkat smp,sma maupun mahasiswa,salah satu kota besar misalnya bandung anak-anak sma dikota kembang ini banyak dianara mereka yang nyambi jadi ayam kampus,hal ini apakah disebapkna oleh faktor ekonoi atau faktor ergaulan bebas dikalangan pelajar itu sendiri.Karena mala minggu disudut2 kota kembang yang bisa mangkalnya para ABG ini banyak diantar yang masih satus pelajar sma dan ala dandan mereka bak seorng selebritis.
Budaya bangsa kita teralah pudar hal ini disebakan oleh masuknya arus globlalisasi dan pasar bebas yang secar fisik bangsa indonesia belum mampu untk menghadapinya.Disinilah tugas dan peran pemerintah dan semua lapisan elemen masyratkat.dari lingknnga terkecil yakni keluarga untuk memberikan perhatian yang serius bagi anak2nya.
contoh kasus dari hasil pergaulan bebas yang dilakukan oleh sepasang pelajar sam disurabaya baru-baru ini dihebokan dengan aborsi.Ini menandakan kondisi generesi sekarang sangat mempirhatinkan. mau kemana bangsa ini kalau generasi bangsanya moralitasnya masih sangat rendah dan SDMNay.

Monday, November 24, 2008

Anak sekolah masuk jam 6.30 perhatikan aspek keamanan

Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 WIB, membuat sebagian anak sekolah atau orang tua yang mengantar harus berangkat kala langit masih gelap. Untuk itu aspek keamanan perlu diperhatikan.

"Kalau bapak atau ibunya berangkat pagi-pagi lampu atau listrik itu kan dimatikan. Bagaimana keamanannya, itu harus diperhatikan. Bagaimana kalau perempuan pagi-pagi berangkat ke sekolah," ujar sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), Imam B Prasodjo.

Hal itu disampaikan Imam usai pemaparan hasil penelitian Lembaga Demografi FEUI tentang Petani tembakau di Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2008).

Kebijakan ini, imbuh Imam, adalah kebijakan ad hoc, yang berjangka pendek. Kemacetan di Jakarta tak bakal berkurang jika Pemprov DKI tak membuat kebijakan lain yang bersifat jangka panjang. Seperti penyediaan transportasi umum yang memadai, dan melakukan pembatasan kendaraan bermotor melalui pajak.

"Kata siapa kemacetan itu lambang kemakmuran? Kemacetan itu menunjukkan kegagalan negara mengatur lalu lintas. Mobil harus dibatasi, genjot pajak mobil pribadi. Transportasi umum juga harus diperhatikan. Kalau mobil dikontrol abis, tapi public transport tidak diperhatikan, sama saja," tutur dia.

Selain itu, Imam mengatakan bahwa pengembangan perkotaan jangan hanya terpusat di Jakarta saja. Pengembangan harus merata ke kota-kota menengah dan kota-kota kecil di sekitar Jakarta, agar konsentrasi penduduk tak melulu ke Jakarta.

Lebih dari itu, Imam pun setuju atas kebijakan ini. Hanya perlu sosialisasi
setidaknya satu semester untuk kebijakan ini.

"Saya tak melihat ada hal yang membahayakan dari kebijakan ini. Bangun pagi itu sehat. Tinggal bagaimana mensosialisasikan kebijakan ini secara benar, jangan mendadak. Perlu disiapkan kondisinya," kata dia

Solusi kemacetan dijakarta

Pemerintah pemprov DKI menetapkan kebijakan yang baru bagi anak sekolah masuk jam 6.30,Ini berlaku mulai 1 januari 2009.hal ini dikatakan wakil gubernur dalam jumpa pers dijakata.Alasanya diberlakukan pertama agar efisiensi waktu dan mengurangi macet.Persoalan macet dijakarta disebapkan oleh banyak faktor dan terlalu kompleks,beberapa terobosan yg pernah dilakukan pemerintah DKI misalnya diberlakukan tri in one,jalus busway,ini bukan malah mengurangi kemacetan tapi justru kemacetan kian hari-kian bertambah.Karena kebijakan tidak dilakukan dengan pengkajian-pengkajian secara mendalam masalah kemacetan.
INi bukan salah satu solusi mengatasi kemacetan,seharusnya pemerinta DKI memberlakukan kepemilikan kendaran roda empat(mobil),dibatasi agar hal ini menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan.Karena semakin banyak volume kendaran tidak diimbangi dengan ruas jalan yg memadai.
Sebenarnya ini merupakan kebijakan populis yang dilakukan olek pemerintahan DKI,tpi hanya menimbulkan persoalan baru.

Friday, November 21, 2008

Pemilu 2004

Pemilihan Umum Indonesia 2004 adalah pemilu pertama yang memungkinkan rakyat untuk memilih presiden secara langsung, dan cara pemilihannya benar-benar berbeda dari Pemilu sebelumnya. Pada pemilu ini, rakyat dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden (sebelumnya presiden dan wakil presiden dipilih oleh MPR yang anggota-anggotanya dipilih melalui Presiden). Selain itu, pada Pemilu ini pemilihan presiden dan wakil presiden tidak dilakukan secara terpisah (seperti Pemilu 1999) -- pada pemilu ini, yang dipilih adalah pasangan calon (pasangan calon presiden dan wakil presiden), bukan calon presiden dan calon wakil presiden secara terpisah.

Pentahapan Pemilu 2004
Pemilu ini dibagi menjadi maksimal tiga tahap (minimal dua tahap):
� Tahap pertama (atau pemilu legislatif") adalah pemilu untuk memilih partai politik (untuk persyaratan pemilu presiden) dan anggotanya untuk dicalonkan menjadi anggota DPR, DPRD, dan DPD. Tahap pertama ini dilaksanakan pada 5 April 2004.
� Tahap kedua (atau pemilu presiden putaran pertama) adalah untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden secara langsung. Tahap kedua ini dilaksanakan pada 5 Juli 2004.
� Tahap ketiga (atau pemilu presiden putaran kedua) adalah babak terakhir yang dilaksanakan hanya apabila pada tahap kedua belum ada pasangan calon yang mendapatkan suara paling tidak 50 persen (Bila keadaannya demikian, dua pasangan calon yang mendapatkan suara terbanyak akan diikutsertakan pada Pemilu presiden putaran kedua. Akan tetapi, bila pada Pemilu presiden putaran pertama sudah ada pasangan calon yang mendapatkan suara lebih dari 50 persen, pasangan calon tersebut akan langsung diangkat menjadi presiden dan wakil presiden). Tahap ketiga ini dilaksanakan pada 20 September 2004.

Pemilu Legislatif 2004
Pemilu legislatif adalah tahap pertama dari rangkaian tahapan Pemilu 2004. Pemilu legislatif ini diikuti 24 partai politik, dan telah dilaksanakan pada 5 April 2004. Pemilu ini bertujuan untuk memilih partai politik (sebagai persyaratan pemilu presiden) dan anggotanya untuk dicalonkan menjadi anggota DPR, DPRD, dan DPD. Partai-partai politik yang memperoleh suara lebih besar atau sama dengan tiga persen dapat mencalonkan pasangan calonnya untuk maju ke tahap berikutnya, yaitu pada Pemilu presiden putaran

Pemilu 1999

Setelah Presiden Soeharto dilengserkan dari kekuasaannya pada tanggal 21 Mei 1998 jabatan presiden digantikan oleh Wakil Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Atas desakan publik, Pemilu yang baru atau dipercepat segera dilaksanakan, sehingga hasil-hasil Pemilu 1997 segera diganti. Kemudian ternyata bahwa Pemilu dilaksanakan pada 7 Juni 1999, atau 13 bulan masa kekuasaan Habibie.

Pada saat itu untuk sebagian alasan diadakannya Pemilu adalah untuk memperoleh pengakuan atau kepercayaan dari publik, termasuk dunia internasional, karena pemerintahan dan lembaga-lembaga lain yang merupakan produk Pemilu 1997 sudah dianggap tidak dipercaya. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Sidang Umum MPR untuk memilih presiden dan wakil presiden yang baru.

Ini berarti bahwa dengan pemilu dipercepat, yang terjadi bukan hanya bakal digantinya keanggotaan DPR dan MPR sebelum selesai masa kerjanya, tetapi Presiden Habibie sendiri memangkas masa jabatannya yang seharusnya berlangsung sampai 2003, suatu kebijakan dari seorang presiden yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebelum menyelenggarakan pemilu yang dipercepat itu, pemerintah mengajukan RUU tentang Partai Politik, RUU tentang Pemilu, dan RUU tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD.

Ketiga draf UU ini disiapkan sebuah tim Depdagri, yang disebut Tim 7, yang diketuai oleh Prof Dr M Ryaas Rasyid (Rektor IIP Depdagri, Jakarta).

Setelah RUU disetujui DPR dan disahkan menjadi UU, presiden membentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang anggota-anggotanya adalah wakil dari partai politik dan wakil dari pemerintah.

Satu hal yang secara sangat menonjol membedakan Pemilu 1999 dengan pemilu-pemilu sebelumnya sejak 1971 adalah Pemilu 1999 ini diikuti banyak sekali peserta. Ini dimungkinkan karena adanya kebebasan untuk mendirikan partai politik. Peserta Pemilu kali ini adalah 48 partai. Ini sudah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah partai yang ada dan terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM, yakni 141 partai.

Dalam sejarah Indonesia tercatat, bahwa setelah pemerintahan Perdana Menteri Burhanuddin Harahap, pemerintahan reformasi inilah yang mampu menyelenggarakan pemilu lebih cepat setelah proses alih kekuasaan. Burhanuddin Harahap berhasil menyelenggarakan pemilu hanya sebulan setelah menjadi perdana menteri menggantikan Ali Sastroamidjojo, meski persiapan-persiapannya sudah dijalankan juga oleh pemerintahan sebelumnya.

Habibie menyelenggarakan pemilu setelah 13 bulan sejak dia naik ke kekuasaan, meski persoalan yang dihadapi Indonesia bukan hanya krisis politik, tetapi yang lebih parah adalah krisis ekonomi, sosial, dan penegakan hukum serta tekanan internasional.

Hasil Pemilu 1999
Meskipun masa persiapannya tergolong singkat, pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilu 1999 ini bisa dilakukan sesuai jadwal, yakni tanggal 7 Juni 1999. Tidak seperti yang diprediksikan dan dikhawatirkan banyak pihak sebelumnya, ternyata Pemilu 1999 bisa terlaksana dengan damai, tanpa ada kekacauan yang berarti. Hanya di beberapa daerah tingkat II di Sumatra Utara yang pelaksanaan pemungutan suaranya terpaksa diundur suara satu pekan. Itu pun karena adanya keterlambatan atas datangnya perlengkapan pemungutan suara.

Tetapi tidak seperti pada pemungutan suara yang berjalan lancar, tahap penghitungan suara dan pembagian kursi pada pemilu kali ini sempat menghadapi hambatan. Pada tahap penghitungan suara, 27 partai politik menolak menandatangani berita acara perhitungan suara dengan dalih pemilu belum jurdil (jujur dan adil). Sikap penolakan tersebut ditunjukkan dalam sebuah rapat pleno KPU. Ke-27 partai tersebut adalah sebagai berikut:

Partai yang Tidak Menandatangani Hasil Pemilu 1999. Nomor Nama Partai
1. Partai Keadilan
2. PNU
3. PBI
4. PDI
5. Masyumi
6. PNI Supeni
7. Krisna
8. Partai KAMI
9. PKD
10. PAY
11. Partai MKGR
12. PIB
13. Partai SUNI
14. PNBI
15. PUDI
16. PBN
17. PKM
18. PND
19 PADI
20. PRD
21. PPI
22. PID
23. Murba
24. SPSI
25. PUMI
26 PSP
27. PARI


Karena ada penolakan, dokumen rapat KPU kemudian diserahkan pimpinan KPU kepada presiden. Oleh presiden hasil rapat dari KPU tersebut kemudian diserahkan kepada Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu). Panwaslu diberi tugas untuk meneliti keberatan-keberatan yang diajukan wakil-wakil partai di KPU yang berkeberatan tadi. Hasilnya, Panwaslu memberikan rekomendasi bahwa pemilu sudah sah. Lagipula mayoritas partai tidak menyertakan data tertulis menyangkut keberatan-keberatannya. Presiden kemudian juga menyatakan bahwa hasil pemilu sah. Hasil final pemilu baru diketahui masyararakat pada 26 Juli 1999.

Setelah disahkan oleh presiden, PPI (Panitia Pemilihan Indonesia) langsung melakukan pembagian kursi. Pada tahap ini juga muncul masalah. Rapat pembagian kursi di PPI berjalan alot. Hasil pembagian kursi yang ditetapkan Kelompok Kerja PPI, khususnya pembagian kursi sisa, ditolak oleh kelompok partai Islam yang melakukan stembus accoord.

Hasil Kelompok Kerja PPI menunjukkan, partai Islam yang melakukan stembus accoord hanya mendapatkan 40 kursi. Sementara Kelompok stembus accoord 8 partai Islam menyatakan bahwa mereka berhak atas 53 dari 120 kursi sisa.

Perbedaan pendapat di PPI tersebut akhirnya diserahkan kepada KPU. Di KPU perbedaan pendapat itu akhirnya diselesaikan melalui voting dengan dua opsi. Opsi pertama, pembagian kursi sisa dihitung dengan memperhatikan suara stembus accoord, sedangkan opsi kedua pembagian tanpa stembus accoord. Hanya 12 suara yang mendukung opsi pertama, sedangkan yang mendukung opsi kedua 43 suara. Lebih dari 8 partai walk out. Ini berarti bahwa pembagian kursi dilakukan tanpa memperhitungkan lagi stembus accoord.

Berbekal keputusan KPU tersebut, PPI akhirnya dapat melakukan pembagian kursi hasil pemilu pada 1 September 1999. Hasil pembagian kursi itu menunjukkan, lima partai besar memborong 417 kursi DPR atau 90,26 persen dari 462 kursi yang diperebutkan.

Sebagai pemenangnya adalah PDI-P yang meraih 35.689.073 suara atau 33,74 persen dengan perolehan 153 kursi. Golkar memperoleh 23.741.758 suara atau 22,44 persen sehingga mendapatkan 120 kursi atau kehilangan 205 kursi dibanding Pemilu 1997. PKB dengan 13.336.982 suara atau 12,61 persen, mendapatkan 51 kursi. PPP dengan 11.329.905 suara atau 10,71 persen, mendapatkan 58 kursi atau kehilangan 31 kursi dibanding Pemilu 1997. PAN meraih 7.528.956 suara atau 7,12 persen, mendapatkan 34 kursi. Di luar lima besar, partai lama yang masih ikut, yakni PDI merosot tajam dan hanya meraih 2 kursi dari pembagian kursi sisa, atau kehilangan 9 kursi dibanding Pemilu 1997.